Aksara Kaganga (Aksara Incung)

Provinsi Jambi
Komunal Ekspresi Budaya Tradisional
Jenis Tradisi dan Ekspresi Lisan
Sub Jenis bahasa,pengetahuan tradisional,manuskrip,tradisi lisan,
Kustodian (Masyarakat yang Memelihara)
Alias
Pelapor
Uraian Singkat Aksara Incung terdapat di alam kerinci meliputi Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi dan merupakan satu-satunya suku yang memiliki aksara sendiri di Sumatera Tengah. Hal ini dibuktikan dengan adanya naskah-naskah kuno berumur ratusan tahun lebih yang telah menggunakan aksara incung. Pada umumnya dipakai saat acara penobatan para pemangku adat. Saat ini masih dapat ditemui beberapa orang budayawan dan tokoh masyarakat yang masih dapat membaca dan memahami aksara incung tersebut, diantaranya adalah : Depati H. Amiruddin Gusti, Depati H. Alimin, Iskandar Zakaria, dan Depati Hasril Meizal. Sampai saat ini naskah-naskah kuno yang beraksara incung (Ka-Ga-Nga) masih disimpan oleh masyarakat adat suku kerinci, dan bahasa yang dipakai dalam naskah tersebut adalah bahasa kerinci kuno yaitu bahasa Lingua Franca suku kerinci masa lalu. Dalam naskah aksara incung terdapat kata-kata dan ungkapan yang sulit untuk dimengerti bila dihubungkan dengan bahasa dan dialek yang digunakan masyarakat pengguna bahasa kerinci sekarang, karena aksara incung tersebut tidak menurut dialek desa tempatan yang ada di Kerinci, oleh karena itulah maka aksara incung pada hakekatnya disebut sebagai bagian dari sastra Indonesia lama/kuno. Diperkirakan masih terdapat 250 lebih naskah beraksara incung yang masih tersebar di Kerinci.
Gambar picture
Sumber / link https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/?newdetail&detailTetap=103