Pacoa Jara, Pacu Mbojo

Provinsi Nusa Tenggara Barat
Komunal Ekspresi Budaya Tradisional
Jenis Keterampilan dan Kemahiran Kerajinan Tradisional
Sub Jenis olahraga tradisional,
Kustodian (Masyarakat yang Memelihara)
Alias
Pelapor
Uraian Singkat Pacoa Jara pertama kali diadakaln di Bima tahun 1927 pada saat Pemerintahan Hindia Belanda, Pacoa Jara dimaksudkan untuk merayakan hari kelahiran Ratu Wilhelmina di Belanda, kemudian berkembang menjadi olahraga masyarakat lokal yang diadakan 4 (empat) kali dalam setahun. Dalam perkembanganya pacoa jara sering diadakan di masyarakat Bima dan Kepulauan Sumbawa baik untuk hiburan maupun dalam hari-hari besar.Kegiatan pacuan kuda di Bima tergolong unik dan menarik karena joki-joki yang ada biasanya seorang anak yang berumur 5-12 tahun tanpa menggunakan pelana. Pacuan kuda menjadi permainan yang terkenal dan sangat digemari di Bima. Kuda Bima sudah terkenal sejak dulu dan dikenal sebagai kuda sandelwood yang terkenal sangat baik untuk kuda pacuan dan memiliki bentuk yang indah. Pacuan kuda merupakan kegiatan rutin masyarakat yang diadakan setiap tahun. Pemerintah memfasilitasinya dengan menyiapkan sarana arena pacuan kuda di Desa Mande.
Gambar picture
Sumber / link https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/?newdetail&detailTetap=382