Sandhur Manduro

Provinsi Jawa Timur
Komunal Ekspresi Budaya Tradisional
Jenis Seni Pertunjukan
Sub Jenis seni,teknologi tradisional,pengetahuan tradisional,tradisi lisan,
Kustodian (Masyarakat yang Memelihara)
Alias
Pelapor
Uraian Singkat

Sandur Manduro adalah sebuah seni pertunjukan berbentuk teater tradisional yang didalamnya mengandung berbagai ilmu seni, seperti: seni musik, seni tari, seni rupa, teater dan sastra. Sandur pernah mengalami masa kejayaan, pada dekade 1970-an. Kesenian ini tidak hanya tampil di Desa Manduro saja, peminatnya meliputi seluruh Kecamatan Kabuh bahkan menyebar di kecamatan sekitarnya. Dari segi frekuensi pementasan, bisa mencapai 26 kali dalam satu bulan, sangat berbeda jauh dengan kondisi sekarang yang hanya bisa mengadakan pementasan satu atau dua kali dalam satu tahun. Dari segi organisasi /kelompok kesenian juga mengalami penurunan, yang pada tahun 70-an ada lima kelompok kesenian sandur, saat ini tinggal satu kelompok yaitu "Sandur Gaya Rukun" yang dipimpin oleh Bapak Karlan.

Tari Bapang merupakan salah satu jenis tarian dalam pementasan Sandur Manduro. Disamping Bapang ada tari Klana, Sapen, Punakawan, Gunungsari, Panji, jaranan, burung dan masih banyak lagi yang lain. Seluruh tarian dalam pertunjukan Sandur Mandura menggunakan topeng. Topeng-topeng tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda. Demikian juga setiap tari akan memiliki karakteristik yang berbeda pula. Tari Bapang dalam kesenian Topeng Sandur Manduro adalah sebuah tari yang menggambarkan seorang tokoh dalam pewayangan yang bernama Dursasana. Hal ini sangat cocok dengan bentuk topengnya yang bercorak brangasan. Oleh karena itu tidak salah jika ada yang menyebutnya Tari Dursasana.

Perlu diketahui bahwa gerak-gerak dalam Tari topeng Sandur Manduro belum dapat dibakukan. Karena itu tidak dapat diberi hitungan yang pasti. Penari-penarinya hanya bergerak secara acak, dan cenderung hanya menuruti kehendak pengendang. Ragam geraknyapun tidak banyak, sering diulang-ulang sehingga menjemukan. Tari hasil revitalisasi yang dilakukan menghasilkan gerakan yang sederhana, mempunyai hitungan yang tetap, mudah dipahami, dan dipelajari, dan dapat dijadikan media pembelajaran bagi generasi muda, Dan yang lebih penting agar karya tari ini tidak menyimpang dari karakteristik aslinya.

Gambar picture
Sumber / link https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/?newdetail&detailTetap=528